
Di bawah naungan langit Ramadhan yang teduh, suasana sekolah berubah menjadi taman-taman surga.
Pagi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan puncak dari ikhtiar spiritual dalam agenda Imtaq Ramadhan.
Dalam kegiatan Imtaq Ramadhan kali ini, sebuah tantangan spiritual besar digelar “Mengkhatamkan 30 juz Al-Qur’an secara serentak dalam waktu kurang lebih 2 jam”. Bukan melalui satu lisan, melainkan melalui kekuatan jamaah dan kolaborasi ratusan siswa yang hadir.
Ratusan siswa berkumpul dalam kekhusuan ditemani dan dibimbing oleh para Asatidz.
Seluruh siswa duduk melingkar dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok mendapatkan tanggung jawab yang berbeda, ada kelompok yang mengemban amanah menyelesaikan Juz 1, ada yang fokus pada Juz 2, 3, 4 hingga kelompok yang menutup dengan Juz 30. Dengan pembagian tugas ini, Al-Qur’an tidak lagi terasa berat untuk dikhatamkan, melainkan menjadi sebuah misi bersama yang penuh semangat.
Lantunan ayat demi ayat mengalir deras seperti air jernih. Suara kolektif para siswa menciptakan harmoni yang menggetarkan jiwa, membuktikan bahwa Al-Qur’an adalah pemersatu terbaik bagi hati yang sedang berpuasa.
Di tengah rasa lapar dan dahaga, lisan mereka tetap basah oleh zikir, menjaga hakikat puasa dari sekadar menahan haus menjadi pengabdian yang tulus.
Menghatamkan 30 Juz di bulan Ramadhan adalah langkah awal bagi para siswa untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, bukan sekedar bacaan di atas rak buku.
Kegiatan ini ditutup dengan Doa oleh Al Ustadz Riduwan Mangsur, S.Pd. yang menggetarkan hati. Melalui metode pembagian kelompok ini, para siswa belajar sebuah pelajaran berharga, bahwa beban yang berat akan terasa ringan jika dipikul bersama, dan kemuliaan Al-Qur’an dapat diraih lebih indah dengan semangat ukhuwah.
Di Sekolah hari ini bukan sekedar tempat belajar, melainkan diharapkan menjadi saksi bisu lahirnya generasi yang cinta Al-Qur’an dalam kebersamaan.



